ANALISIS KETERSEDIAAN LAHAN

Posted: April 20, 2012 in Uncategorized

Pengertian perencanaan penggunaan lahan dan apa yang harus dikerjakan dalam perencanaan penggunaan lahan, dapat dikemukakan sebagai berikut:

  • Suatu proses pengambilan keputusan mengenai bagaimana seharusnya lahan digunakan.
  • Merupakan suatu cara menempatkan goal (sasaran) penggunaan lahan, dan menunjukkan bagaimana sasaran tersebut dapat dicapai.

Penggunaan lahan baik di pedesaan maupun di perkotaan, dalam kenyataannya menunjukkan suatu kompleksitas, walaupun keduanya berbeda derajat kompleksitasnya. Perbedaan kompleksitas tersebut terdukung oleh obyek-obyek alam, bentang budaya, ekosistem, sistem produksi, dan sebagainya. Oleh karenanya, dalam rangka inventarisasi perlu dilakukanya penggolongan atau pengelompokkan, atau klasifikasi. Makna klasifikasi adalah proses penetapan obyek-obyek, kenampakan, atau satuan-satuan menjadi kumpulan-kumpulan di dalam suatu sistem pengelompokkan yang dibedakan berdasarkan sifat-sifat khusus, atau berdasarkan kandungan isinya. Manfaat utama dari kumpulan yang kompleks menjadi kelompok-kelompok (disebut klas, kategori) yang dapat diperlakukan sebagai unit-unit yang seragam untuk suatu tujuan khusus. Jadi, tujuan klasifikasi untuk menentukan kriteria dari klasifikasi.

Pembahasan klasifikasi penggunaan lahan tidak terlepas dari pengertian tentang lahan sebagai sumberdaya alam. Sumberdaya alam sebagai kesatuan unsure-unsur lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan. Sumberdaya terdiri atas dua sifat: (1) dapat diperbaharui atau dapat diremajakan dan lestari bila dikelola dengan baik, dan (2) tidak dapat diperbaharui atau diremajakan. Oleh karena itu, penggunaannya harus mendapat perhatian yang utama dalam hal efisiensi. Agar sumberdaya alam dapat pulih, memberikan manfaat maksimal, dan lestari, maka diperlukan pengelolaan yang intensif, ketepatan tumbuh, serta kepastian usaha dan hukum jangka panjang. Artinya pola penggunaan lahan yang tepat dan terpadu, baik dalam usaha tani, komoditas, maupun dalam pembangunan wilayah sangat diperlukan. Agar status tidak berubah-ubah dalam waktu relatif pendek, maka pembakuan (standardized) klasifikasi pengunaan lahan mantap, yakni mempertimbangkan fakta fisik, sosial, budaya, ekonomi, ekologi, rencana pengembangan, keserasian lingkungan hidup, dan kelestarian sumberdaya pada masa ini dan masa mendatang, serta present land use.

Kenyataan yang komplek seperti halnya penggunaan lahan perdesaan, bentang alam, ekosistem, sistem berproduksi, dan sebagainya merupakan suatu kecenderungan alam yang harus diklasifikasi. Sistem klasifikasi merupakan temuan manusia yang yang disusun untuk menyesuaikan dengan manusia. Klasifikasi merupakan pengelompokkan obyek tertentu yang sama dan sejenis, dan pemisahan obyek yang berbeda (Nelson, et al, 1978), Malingreau (1981) menjelaskan bahwa klasifikasi adalah penetapan obyek-obyek, kenampakan, atau satuan-satuan menjadi kumpulan-kumpulan di dalam suatu sistem pengelompokan yang dibeda-bedakan berdasar pada isi yang dikandung. Di samping itu dikemukakan tentang masalah penjejangan kelas bentuk penggunaan lahan dalam suatu klasifkasi penggunaan lahan secara jelas dan sistematis.

 

Daftar Pustaka

Widiyanto, S.Si., Dodi dan Estuning Tyas W. M. 2008. Petunjuk Praktikum Perencanaan Penggunaan Lahan. Yogyakarta: Program Studi Pembangunan Wilayah Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s