CARTOMETRIC (Pengukuran Slope, Profil, dan Slope Map)

Posted: April 16, 2012 in Uncategorized

Cartometric adalah pengukuran dimensi geometrik baik berupa titik, garis, maupun area yang terdapat di dalam peta. Ada dua level konsep dalam cartometric, yaitu konsep pengukuran keruangan dasar yang meliputi pengukuran panjang/jarak, luas area, dan volume secara tepat. Konsep kedua menyangkut bentuk obyek, ketinggian, dan perubahan keruangan.

Topografi suatu wilayah yang disadap dari peta, dapat direpresentasikan menggunakan:

  1. 1.      Kontur

Garis kontur adalah garis garis yang menghubungkan titk titik yang mempunyai ketinggian yang sama, diatas ataupun di bawah bidan referensi(datum plane). Ada pun beberapa sifat garis kontur yang perlu diketahui adalah :

1.      Garis kontur yang rapat lerengnya curam atau terjal

2.      Garis kontur selalu bersifat horizontal

3.      Garis kontur selalu berkelok mengikuti bentuk lerengnya,

4.      Garis kontur selalu tegak lurus dengan aliran/ alur sungai

5.      Garis kontur selalu tertutup

  1. 2.      Titik tinggi

Untuk membaca ketinggian pada garis kontur tertentu terdapat angka  indeks kontur, yaitu yang menunjukan beberapa ketinggian garis nkontur tersebut, juga dengan indeks ini dapat diketahui leh beberpa kontur intervalnya(ci). Contur intrval atau interval kontur adalah jarak vertikal antara  tiap tiap garis kontur, yang besarnya dibuat tetap pada sebuah peta.

  1. 3.      Profil

Profil atau penampang atau vertical section adalah gambaran bentuk suatu penampang dari suatu daerah apabila daerah tersebut dipotong oleh suatu gambaran profil vertical yang tegak lurus pada permukaannya.

Penggaan yang sama gambaran profil dapat dengan dua cara yaitu:

  1. Skala horizontal sama dengan skala vertical

Cara ini akan menggambarkan keadaan yang sama dengan keadaan sebenarnya di lapangan sehingga konfigurasi relief tidak jelas. Tetapi untuk tujuan-tujuan tretentu hal ini penting untuk dibuat, sebab bila dengan pembeesaran skala kadang akan membuat kesalahan.

  1. Skala vertical diperbesar atau dengan biasa vertical exaggeration

Atau biasa dikenal dengan VE, sedangkan skala horizontal tetap dan relief yang ditampilkan akan tampak lebih jelas. Profil suatu wilayah perlu dibuat, untuk memberikan gambaran yang paling mudah dimengerti tentang suatu lereng yang digambarkan sepanjang garis tertentu.

  1. 4.      Intervisibility

Intervisibility menunjukkan apakah suatu wilayah nampak atau tidak nampak dari suatu titik tertentu.

Dari profil, dapat diketahui jenis lereng melalui analisa kelerengan. Kemiringan lereng hanya bisa dihitung pada permukaan antara dua titik dan tidak bisa dinyatakan dalam satu titik. Penulisan kelerengan dapat dituliskan menjadi bentuk pecahan, persen, ataupun derajat. Zonasi kemiringan lereng dapat diketahui dibuat dari kontur yang dipermudah melalui beberapa metode bantu yang disebut graphical template methode yang bisa berupa bujur sangkar, garis, atau lingkaran.

DAFTAR PUSTAKA

Isnurmiyati, Endang Dwi. 2011. Presentasi Kuliah Model Sintesis Kartografi. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Kamal, Muhammad. 2010. Petunjuk Praktikum Model Sintesis Kartografi . Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Khakim, Nurul. 2007.Petunjuk Praktikum Kartografi Dasar. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Sukwardjoni dan Mas Sukoco.1997. Kartografi Dasar. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s