DASAR-DASAR ANALISIS MEDAN UNTUK INTERPRETASI DAN KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN

Posted: April 16, 2012 in Uncategorized

Lahan merupakan material dasar dari suatu lingkungan (situs) yang diartikan berkaitan dengan sejumlah karakteristik alami yaitu iklim, geologi, tanah, topografi, hidrologi, dan biologi. (Aldrich,1981). Penutup lahan berkaitan dengan jenis liputan yang ada di suatu lahan (A.Howard,1996). Penutup lahan juga dapat diartikan sebagai kenampakan/ obyek yang ada di permukaan bumi (Lillesand,2004). Contoh dari penutup lahan adalah vegetasi, tanah, air. Penggunaan lahan merupakan aktivitas manusia pada dan dalam kaitannya dengan lahan yang biasanya tidak secara langsung tampak pada citra (Prima,2011). Penggunaan lahan juga dapat diartikan sebagai aktivitas manusia atau kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sebidang lahan (Lillesand,2004). Contoh penggunaan lahan adalah permukiman, sawah, bandara.

Pemetaan penggunaan lahan (pedesaan) ditujukan untuk memberikan informasi mengenai kaitan antara biofisik lahan dengan cara manusia memanfaatkan lahan tersebut dalam memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya (Petunjuk Praktikum Penginderaan Jauh Untuk Vegetasi dan Penggunaan Lahan). Pengunaan lahan pedesaan di Indonesia cenderung berkaitan dengan kegiatan pertanian.

Terdapat dua fenomena yang saling berkaitan dalam memanfaatkan potensi lahan untuk memenuhi kebutuhan manusia, yaitu :

  1. Manusia beradaptasi dengan lingkungan biofisiknya.

Aspek ini lebih menonjol apabila dibandingkan dengan aspek mengubah atau mengontrol lingkungan biofisik pada daerah pedesaan. Hal ini dikarenakan di daerah pedesaan ketersediaan tenaga kerja, dana, dan pengetahuan masyarakat kurang.

  1. Manusia melakukan intervensi dengan cara mengubah atau mengontrol lingkungan biofisik tersebut.

Dalam konteks geografi, aspek biofisik ini diperhatikan dengan analisis medan, yang memandang faktor-faktor geomorfologis, pedologis, hidro(meteoro) logis, vegetasional dan antropologis sebagai satu kesatuan (Petunjuk Praktikum Penginderaan Jauh Untuk Vegetasi dan Penggunaan Lahan). Faktor-faktor ini dikenal dengan istilah satuan-satuan medan yang mempunyai kaitan erat dengan penutup lahan dan fungsi penggunaan lahan. Dalam melakukan interpretasi citra untuk pemetaan penggunaan lahan harus diperhatikan hubungan aspek biofisik dengan penggunaan lahan yang ada. 

Satuan-satuan medan ini digunakan untuk mengenali dan mendeliniasi berbagai penutup lahan (land cover) untuk kemudian ditafsirkan penggunaan lahannya. Proses pengenalan penutup lahan dan penafsiran penggunaan lahannya harus didasari oleh latihan yang cukup serta pengetahuan yang memadai mengenai kaitan antara biofisik dengan penggunaan lahan di daerah penelitian. Interpretasi penggunaan lahan dengan citra penginderaan jauh perlu menggunakan pendekatan analisis medan. Begitu pula dalam menyajikan legenda, kaitan antara satuan medan dengan penutup/ penggunaan lahan perlu disajikan; baik secara implisit maupun eksplisit. Manfaat penggunaan analisis medan ini lebih terasa dalam melakukan kerja lapangan dimana pengambilan sample tidak semata-mata didasari oleh kenampakan penutup lahan melainkan juga karakteristik lahannya serta proses reinterpretasiny.

 

DAFTAR PUSTAKA

 Howard, John A. 1990. Penginderaan Jauh untuk Sumber Daya Hutan (terjemahan). Yogyakata:  Gadjah Mada University Press.

Heru, Sigit. 2008. Petunjuk Praktikum Survei Penggunaan Lahan dan Vegetasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Van Gils, H., H. Huizing, W. van Wijngaarden, I.I. Zonneveld, and S. Groten. 1990. Enschede : Land Ecology and Land Use Survey. ITC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s