RELIEF DAN KERAPATAN ALUR

Posted: April 17, 2012 in Uncategorized

Pola-pola pengaliran yang berhubungan erat dengan topografi dan curah hujan merupakan sifat-sifat yang paling penting untuk klasifikasi bentang lahan. Dr.R.A.Van Zuidam (1972), dari International Institute for Aerial Survey and Earth Sciences, Enschede, Belanda, mengatakan sebagai berikut tentang pola-pola pengaliran :

Erosi aliran menghasilkan banyak tipe lemah yang kebanyakan menunjukkan corak-corak topografi yang mengungkapkan litologi, keadaan-keadaan erosi dan sejarah geomorfologi kawasan tersebut selama erosi. Sistem pengaliran yang berkembang pada suatu permukaan daerah dikendalikan oleh lereng permukaan, tipe dan sifat-sifat batuan-batuan yang mendasari, dan keadaan-keadaan iklim.

Pola-pola pengaliran yang nampak secara mudah pada foto-foto udara menggambarkan sampai tingkat-tingkat yang berbeda, litologi dan struktur suatu daerah. Kecuali untuk pengendalian-pengendalian iklim, pengaliran pada suatu daerah batuan yang berlapis-lapis terutama tergantung pada tipe, penyebaran, dan sifat pembawaan batuan-batuan permukaan, susunan zona-zona atau garis-garis kelemahan seperti bidang-bidang lapisan, kekar (joints) dan sesar (faults), dan bentuk dan arah lipatan-lipatan lokal.

Dr.Van Zuidam memberikan batasan suatu pola pengaliran sebagai “suatu kumpulan jalan-jalan pengaliran di dalam suatu kawasan tanpa memperhatikan apakah jalan-jalan pengaliran itu mempunyai sungai yang permanen atau tidak” dan pola sungai sebagai “suatu desain yang dibentuk oleh suatu jalan pengaliran tunggal”.

tujuh macam pola dasar pengaliran, yaitu :

  1. Dendritik
  2. Paralel / Sejajar
  3. Trellis (jeruji)
  4. Persegi panjang
  5. Radial
  6. Deranged (tak teratur)
  7. Internal

Tekstur pengaliran, yang sangat erat kaitannya dengan kerapatan alur, berhubungan dengan jumlah dan jarak pengaliran (dengan atau tanpa sungai-sungai yang permanen). Pola dan tekstur pengaliran penting bagi para penafsir foto karena mengungkapkan petunjuk-petunjuk yang berharga tentang struktur geologi bentuk lahan dan permeabilitas selubung tanah, yang disebut pengaliran internal.

Way (1973) memberikan batasan pola-pola pengaliran bertekstur halus sebagai pola-pola dengan jarak rata-rata sungai utama dan anak sungai tingkat pertama rata-rata 400 kaki atau kurang. Pola-pola yang bertekstur halus biasanya menunjukkan tingkat kerapatan alur yang tinggi, batuan dasar yang kedap air, dan tanah-tanah dengan permeabilitas rendah.

Pola-pola pengaliran bertekstur sedang mempunyai jarak anak-anak sungai tingkat pertama rata-rata dari kira-kira 400 sampai 3200 kaki. Pola-pola bertekstur sedang berkaitan dengan tingkat-tingkat kerapatan alur yang sedang dan tanah-tanah dengan campuran-campuran tekstur halus dan kasar.

Pola-pola yang bertekstur kasar mempunyai jarak-jarak yang lebih besar dari 3200 kaki. Pola-pola yang bertekstur kasar mempunyai ciri batuan dasar yang lebih tahan yang mengalami pelapukan membentuk tanah-tanah yang kasar dan meluluskan air, serta kerapatan alur yang relatif kecil.

 

DAFTAR PUSTAKA

Lillesand, Thomas M. Ralph W. Kiefer. 1990. Penginderaan Jauh dan          Interpretasi Citra. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta

Suhartono, Prapto. 2009. Petunjuk Praktikum Penginderaan Jauh Untuk       Litosfer.           Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s